Penghapusan bea masuk produk-produk Cina terkait dengan ASEAN China Free Trade Area (ACFTA) mulai 1 Januari 2010, memicu keresahan para pengusaha di Indonesia bahkan di seluruh dunia. Sebenarnya dengan FTA [ Free Trade Agreement ] ataupun tidak, China telah siap bahkan telah dipersiapkan oleh cina 10 tahun yang lalu. Di kamus mereka hanya ada 2 yaitu murah dan murah sekali.
Departemen Perindustrian telah melansir sebanyak 314 pos tarif dari delapan sektor usaha dan UKM akan ditunda dan dimodifikasi tarifnya. Kedelapan sektor industri itu di antaranya, makanan dan minuman, petrokimia, tekstil dan produk tekstil, kimia anorganik, alas kaki, elektronika, furniture, dan besi baja.
Logikanya, dengan masuknya produk murah maka berbagai industri manufaktur / pabrikan lokal akan terancam tutup [ karena produk kalah bersaing ]. Dengan bangkrutnya / tutupnya pabrik-pabrik maka akan berdampak kepada phk besar-besaran. dengan phk besar-besaran tersebut maka menghasilkan pengangguran dimana-mana. dengan pengangguran besar / tidak ada penghasilan per keluarga bisa terjadi kemiskinan, bertambahnya kemiskinan maka perekonmian negara menurun, dengan perekonomian negara menurun maka stabilitas negara menurun. dan akhir kata dengan semua itu bisa menyebabkan ” PUSINGGGGGGGGGGGGGG”.
Logika penangkalan, produk impor murah tidak begitu laku karena konsumen pilih produk dalam negeri, pabrik tidak jadi tutup, karena dipilih maka produksi berlanjut bahkan berpotensi meningkat, bahkan kita bisa balas dengan export juga ke luar negeri, produksi bertambah maka tenaga kerja bertambah, tenaga kerja bertambah maka meningkatkan penghasilan per kapita, maka perekonomian mengalami perbaikan bahkan ditambah dengan support dari pemerintah seperti langkah cina maka bukan perbaikan lagi yang didapat tapi kemakmuran. dengan akhir kata semua ini adalah ” SEMOGAAAAAAAAAAA”
Bagaimana seharusnya menanggapi produk cina?
Menurut saya, ada 2 hal yang terpenting yaitu edukasi kepada masyarakat dan peran pemerintah.
1. edukasi masyarakat :
Memang melihat kondisi perekomian masyarakat Indonesia yang memprihatinkan. Dengan kondisi demikian maka dapat dipasti masyarakat saat membeli suatu product akan memilih yang murah bahkan paling murah tanpa berfikir panjang. hal ini wajar karena buat makan saja susah apalagi dengan memikirkan barang yang lebih berkualitas, “sudah syukur ada” begitulah kira-kira.
Lalu jika kondisi seperti itu bagaimana meng edukasikan masyarakat?
a. Kita harus menumbuhkan kesadaran, yang SERIUS , KESADARAN bahwa dengan mencintai dan menggunakan produk dalam negeri dapat menyelamatkan diri sendiri dan bangsa.
b. Edukasi kepada masyarakat bagaimana menilai suatu produk, lebih-lebih produk makanan, jangan karena murah masuk rumah sakit, yang lain lagi misal jangan karena murah roboh, jangan karena murah terbakar, jangan karena murah rusak, karena murah boros, begitulah kira-kira.
c. jangan tertipu kemasan, lihat specification detailnya, bandingkan dulu sebelum membeli.
d. panduan membaca standarisasi suatu kode produk, seperti plastik, kandungan dll.
e. harga ga boong
deh
2. Peran pemerintah
Pemerintah sudah seharusnya mempersiapkan hal ini 10 tahun yang lalu sama seperti Cina yang telah menyiapkan semua aspek untuk tercapainya cita-cita. Tapi kita tahu sendiri kondisi Indonesia lebih fokus kepada politik dari pada ekonomi. Sudah seharusnya pemerintah berdamai, bersinergi dengan masyarakat menciptakan suasana yang saling mendukung untuk tujuan global. Anda bisa lihat artikel berikut yang menjelaskan “Rahasia Dibalik Kesuksesan Produk Cina Menguasai Pasar Dunia”. Bisa anda bayangkan begitu besar peran pemerintah dalam mensukseskan misi bersama. Pemerintah rela menjadi pelayan untuk masyarakatnya untuk para pengusahanya.
Lalu untuk saat ini bagaimana seharusnya sikap pemerintah?
a. Namanya “BISNIS”, Bisnis adalah keras dan kejam, dalam bisnis baik lokal dan international KEPERCAYAAN adalah nomor 1. tidak bisa ditawar-tawar kalau sudah ngomong A ya A, kalau sudah tanda tangan ya jalankan, kalau sudah bilang oke ya oke walaupun kondisi apapun. itulah prinsip bisnis. FTA sudah ditandatangani beberapa tahun silam dan akan dijalankan tgl 1 jan 2010. Oleh sebab itu kita mau tidak mau ya harus menerima itu. Pemerintah dalam hal ini saya nilai sudah dalam koridor yang baik, karena bisa menumbuhkan rasa kepercayaan di mata international. Namun persiapan pemerintah untuk menghadapinya sangat-sangat kurang.
b. Walaupun sekarang masuk produk tanpa bea, yang artinya barang masuk akan lebih mudah dan murah maka pemerintah harus memikirkan suatu pengFILTER baru. yaitu adanya standarisasi produk, setidaknya mencegah produk berbahaya, karena korbannya adalah masyarakat kecil pastinya.
c. permudah birokrasi untuk pengusaha lokal, perbagus dan menambah infrastruktur yang mengacu kepada pengembangan industri, misal dari listrik yang tidak boleh ada padam, jalan yang diperbanyak, jalan lancar-bisnis lancar, jalan macet bisnis mandet. time is money, macet telah merugikan berbagai sektor.
d. perkuat bidang yang kita miliki yaitu sektor pertanian, komoditi, rempah-rempah, batik, perkayuan untuk di ekspor.
e. tingkatkan pendidikan [ pendidikan tinggi - kesadaran tinggi ] mampu menilai suatu perkara dengan lebih baik.
Sebenarnya perdagangan bebas tidak dapat di elak kan, dan kita juga tidak dapat menyalahkan produk luar negeri yang membanjiri negeri sendiri karena hal demikian terjadi di berbagai negara. Ini bisa membawa pembelajaran untuk kita sebagai negera berkembang. seberapa dewasanya kita seberapa kesadaran kita menghadapi godaan ini
. Lihatlah Malaysia, Singapure, India, Hongkong dll mereka juga multi product dari multi negara namun masyarakatnya merasa memiliki dan ada kesadaran untuk menggunakan produk dalam negeri sendiri.


Recent Comments